Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,
- Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
- Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
Sungguh
menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya
adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat
kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan,
ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang
terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia
mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR.
Muslim)
Sekilas Tentang Hadits
Hadits
ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui
jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah
SAW, diriwayatkan oleh :
- Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
- Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.
Muslim dan Kesabaran
Selama
kita masih hidup di dunia, cobaan akan senantiasa hadir dalam kehidupan
kita. Cobaan tersebut dapat berupa hal yang tidak kita sukai, maupun
hal yang kita sukai. Seringkali manusia hanya berpikir bahwa cobaan
dalam kehidupan selalu berupa hal yang tidak menyenangkan, seperti
kemiskinan, penyakit, dan musibah. Padahal sejatinya kekayaan, kekuasaan
maupun ketampanan/kecantikan juga merupakan cobaan. Disinilah sebagai
seorang hamba Allah, kesabaran akan menjadi cahaya penuntun menuju ridha
Allah.
Kesabaran
juga merupakan ciri mendasar dari orang yang bertakwa. Sebagian ulama
bahkan mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengah dari keimanan.
Seperti kepala dengan tubuh, Sabar dan Iman saling terkait satu sama
lain. Oleh karena itu, tidak salah bila kita menyebut Sabar sebagai
permata kehidupan seorang mukmin. Permata yang menjadi cahaya dalam
mengarungi kehidupan di dunia dan menerangi hari-hari yang kekal di
akhirat kelak. Juga menjadi permata yang menjadi bukti kecintaan dan
ketaatan seorang mukmin kepada Rabbnya.
Pengertian Sabar
Karena
sabar berhubungan dengan masalah hati, terdapat beberapa pandangan
dalam mendefinisikan sabar. Ada yang mendefinisikan sabar dari hakikat
sabar, dari konsekuensi sabar dan contoh dari sabar itu sendiri.
Sabar
merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah
menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”,
yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa,
sabar berarti menahan dan mencegah.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan
diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari
keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak
terarah.
Imam Ar Rohid Alfashani dalam kitab Mufradatii Alfa bil Qur’an mendefinisikan Sabar sebagai
mengendalikan diri agar tetap berada dalam kendali akal dan agama,
serta menjauhi hal-hal yang tidak dikehendaki oleh akal dan agama.
Sabar Al Qur’an
Di dalam Al Qur’an, terdapat banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang kesabaran. Secara
keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang
menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal
ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah
tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Beberapa ayat yang menjelaskan tentang kesabaran, antara lain:
-
Surat Ali Imran ayat 200,

Wahai orang yang beriman,bersabarlah kalian dan kuat-kuatkanlah diri kalian dalam kesabaran”
-
Surat Al Baqarah ayat 155

“Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar.”
-
Az Zumar ayat 10
{boxplus theme=lightsquare
href=https://lh3.googleusercontent.com/-_oE11nBQoNc/TjflB_1ExJI/AAAAAAAAAPQ/iGwd-H3IJ6A/ali_imran_2_3%252520%252528copy%252529.png}
{/boxplus}
{/boxplus}
Katakanlah:
"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu."
Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi
Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah
Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
-
Muhammad ayat 31

Dan
sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami
menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
Kesabaran Sebagaimana Dijelaskan dalam Hadist
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, terdapat 29 hadist yang dihimpun dalam bab Sabar.
Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy'ari r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi timbangan,Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya - sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu - jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya - dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu – jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya - kepada Allah - berarti ia memerdekakan dirinya sendiri - dari siksa Allah Ta'ala itu - dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula - kerana tidak menginginkan keridhaan Allah Ta'ala." (H.R Muslim)
Keterangan:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:
(a) Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.
(b) Memenuhi neraca karena sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuh dengan ucapan itu saja.
(c) Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi benda yang tampak, pasti dapat memenuhi langit dan bumi.
(d) Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhai Allah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup dari kebenaran .
(e) Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yang menunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.
(f) Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkau suka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yang akan mencelakakan dirimu yaitu kalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.
(g) Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yang hanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasib untuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkan itu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baik dan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pula yang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklah akhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.
Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits
Dalam
hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara
spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang
diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan
‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai
contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar
dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi
yang ditekankan agar kita bersabar adalah :
1. Sabar terhadap musibah
Sabar
terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering
dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk
sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, : Dari
Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang
wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah
SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita
tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak
mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian
diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi
adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia
tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW,
‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’
Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan
pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad). Dalam
sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk
menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah
(untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai. Dalam
sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir
(pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar.
Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia
mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan. Dalam
sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang
dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah,
engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat
(memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya
kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap
lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian
menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi. Dalam
sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa
Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas
kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau
pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR.Turmudzi).
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran
(baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya
diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak
negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang
tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk
melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan
beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut
adalah:
1.
Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat
hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang
munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
2.
Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang,
sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan
tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang
dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk
dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3.
Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat
mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan
jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat
melatih kesabaran.
4.
Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk
berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan
jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah,
kikir, dsb.
5.
Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan
memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran
(isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan
seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya
Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan
melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
7.
Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun
tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan
keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.
Penutup
Demikianlah
sekelumit pembahasan tentang sabar. Sabar, pada intinya merupakan ciri
mendasar seorang mukmin yang menjadi cahaya dalam mengarungi kehidupan
di dunia dan akan menerangi kehidupan yang kekal di akhirat kelak.
Bersama dengan iman, sabar menjadi permata kehidupan seorang hamba yang
mengharapkan keridhaan Allah atas dirinya.
Pada
dasarnya setiap manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap
sabar dalam kehidupannya. Maka, marilah dalam momen bulan Ramadhan ini,
kita membiasakan diri untuk bersabar. Insya Allah, Allah akam memberikan
kemudahan bagi hambaNya yang berusaha di jalanNya.
Ditulis Oleh:
Siti Rohayati
Departement Media Opini - Jamaah Shalahuddin
Sastra Inggris - Fakultas Ilmu Budaya UGM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar